Daftar Menu

29 Juni 2010

Si Tikus dan Si Kambing

Dalam sebuah artikelnya David Burchett, seorang kolumnis di Crosswal.com menggambarkan kerendahan hati melalui ilustrasi dari sebuah komik strip yang dibacanya. Dalam komik itu ada dua tokoh, seekor tikus yang bernama Rat dan kambing yang bernama Goat.

Goat : “Kamu tahu Rat, egomu sudah tidak terkendali lagi. Apa kamu pernah mendengar tentang kerendahan hati.”

Rat : “Ya. Rendah hati adalah upaya terakhir kamu setelah kamu gagal dalam semua hal yang lain”

Banyak orang tidak mengerti arti kerendahan hati seperti si Rat ini. Banyak orang mengadopsi arti kerendahan hati dari Frank Lloyd Wright, seorang arsitek yang filosofis, “Pada awal hidup saya harus memilih untuk kesombongan yang jujur atau kerendahan hati yang pura-pura, dan saya memilih yang pertama dan tidak memiliki alasan untuk berubah...”

Wright bangga dengan kesombangannya yang “jujur” dari pada harus pura-pura rendah hati. Jika Anda sependapat dengan Wright Anda salah besar. Anda adalah ciptaan baru didalam Kristus Yesus. Di dalam diri Anda ada benih Ilahi. Untuk itu, karakter rendah hati yang ada pada Yesus Kristus ada dalam diri Anda.

Kerendahan hati muncul dari beberapa dasar. Percaya bahwa Anda di ciptakan serupa dengan gambar Allah. Anda di selamatkan karena kasih karunia di dalam Yesus Kristus. Anda memiliki identitas baru sebagai anak Allah di dalam Yesus Kristus. Dan diluar Yesus Kristus apa yang Anda lakukan tidak ada apa-apanya. Serta yang terakhir, apapun yang Anda lakukan, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. (crosswalk)

Rahasia Bertahan Dalam Penderitaan -- Roma 8:1-6

Kita sudah memperhatikan hidup seorang pria yang tetap fokus kepada Tuhan. Yusuf telah mempelajari prinsip yang ada di Roma 8:28 jauh sebelum Paulus menuliskannya: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya. Tanggung jawab kita adalah tetap mengarahkan pandangan kepada Tuhan, dan bukan memandang kepada situasi dengan penuh rasa takut.

Bapa berjanji untuk mengasihi (Roma 5:8), memelihara (II Korintus 9:8), dan memimpin anak-anak-Nya (Amsal 16:9). Kehidupan yang bebas risiko dan penderitaan bukanlah bagian dari jaminan itu. Namun, Roh Kudus akan menyertai orang-orang kudus dalam melalui penderitaan dan memberi kekuatan, kebijaksanaan dan keberanian. Seorang konselor pernah mengkonseling orang yang bisa memikirkan 25 alasan mengapa jaminan Allah tidak berlaku dalam situasi mereka. Tetapi konselor tersebut hanya bisa memberi satu alasan kokoh untuk dipercaya: Iman yang goyah pun tidak akan membatalkan setiap janji Allah. Jika Anda mengarahkan pandangan Anda kepada-Nya, Dia akan membawa Anda dengan selamat melalui penderitaan.

Jika hati dan pikiran kita terganggu oleh peristiwa-peristiwa yang menggoncangkan, memang tidak mudah untuk tidak memandang situasi dengan takut dan bingung. Tetapi kita harus memutuskan untuk percaya pada yang dikatakan Alkitab, tentang siapa Allah dan apa yang akan dilakukan-Nya. Pilihan itu akan mengalihkan paksa perhatian kita dari badai kepada Yang bertanggung jawab mengantar kita melaluinya dengan selamat. Di hadapan-Nya, rasa takut akan hilang, dan keraguan akan berganti damai dan perasaan menyatu dengan Tuhan.

Perhatikanlah bahwa saya tidak berkata, penderitaan akan segera berakhir ketika kita berseru kepada Tuhan. Kita harus bersedia mengatakan, “Inilah tempat Allah menginginkan saya.” Dia punya alasan untuk ketidaknyaman dan penderitaan yang Anda hadapi –dan bagaimana Anda bertumbuh melalui semua itu. Bagaimana pun situasinya, tempat teraman di dunia ini adalah jika kita berada di pusat kehendak-Nya.